Terkadang saya merasa harus mengusili orang-orang di dekat saya. Sekedar iseng tanpa maksud jahat. Lagi pula ndak mengakibatkan hal-hal yang berbahaya alias aman-aman aja. Mungkin itu cara saya mengekspresikan selera humor saya. Biasanya, awalnya saya akan membuat mereka jadi bingung dengan beberapa pertanyaan atau pernyataan iseng yang saya lontarkan. Lalu, mereka jadi tertawa dengan jawaban yang sudah saya siapkan. Ndak tau karena memang lucu, atau merasa terpaksa harus tertawa karena khawatir kalau saya jingkang. Wekekekeke…
Seperti kemarin, saya iseng bertanya kepada adik sepupu saya yang sedang asyik membersihkan sepeda motornya.
"Apa bedanya kepang dua dengan kuda kepang?," tanya saya padanya.
Ini memang pertanyaan iseng, tapi secara psikologis sangat menggelitik. Mungkin ada yang akan menjawab secara serius, dan sepertinya kebanyakan akan memberikan jawaban yang iseng juga.
Adik sepupu saya itu menghentikan kegiatan membersihkan motornya sebentar, dan sambil senyam-senyum dia mulai memikirkan jawabannya. Nah…, sepertinya dia sudah menemukan jawaban yang diinginkan.
"Kalau kepang dua itu rambut panjang yang dikepang dua. Kalau kuda kepang, kuda-kudaan yang untuk menari kuda kepang, kayak kuda lumping itu." dia menjawab dengan mantap.
Seperti biasa, untuk pertanyaan iseng selalu punya seabrek jawaban yang bisa jadi serius tapi kebanyakan ya iseng juga. Seperti jawaban yang saya punya untuk membetulkan jawaban dari adik sepupu saya itu.
"Mmmm…, itu betul juga. Tapi disini yang ditekankan adalah masalah "kepang"nya. Bukan kepang dua itu apa yang dikepang dan apa kegunaan dari kuda kepang. Jadi, jawaban yang betul adalah kepang dua itu ya kepangnya ada dua, kalau kuda kepang itu kepangnya cuma satu. Ndak ada ceritanya orang bikin kuda kepang sampai kepangnya harus dibikin berlapis-lapis. Memangnya mau bikin rumah".
Apa sampeyan tau kepang itu apa? Sini, saya kasih tau. Yang disebut kepang itu adalah belahan batang bambu yang memanjang dan dibentuk lempengan tipis lalu dijalin atau dianyam. Orang jawa menyebutnya "gedek", menurut bahasa Indonesia kalau ndak salah disebut "geribik". Itulah yang disebut kepang. Makanya kalau ada rambut yang panjang lalu dijalin secara menyilang dan tumpang tindih dengan pola seperti "gedek" disebut juga rambut berkepang, umumnya kepang dua. Kalau ada rambut yang dikepang lebih dari dua, misalnya sepuluh atau dua puluh kepang, itu namanya gaya rambut rasta, kayak orang Jamaika itu.
Sumber : johansite.com
Hidroponik: Cara menanam lombok / cabai dengan mudah, 3 bulan panen
-
Video: Hidroponik: Cara menanam lombok / cabai dengan mudah, 3 bulan panen
| TV Kampung.
8 years ago